Kamis, 12 Juni 2014
Sejarah Piala Dunia
Posted by Black Box on 22.41
SEPAK bola terus mendapatkan popularitasnya di dunia pada dekade 1920-an. Ini membuat otoritas sepak bola dunia, FIFA, mulai bermimpi bagaimana menggelar turnamen internasional sepak bola yang punya pengaruh besar.
FIFA yang diketuai Jules Rimet, sempat memasukkan sepak bola di Olimpiade 1924 dan dimenangkan oleh Uruguay. Namun, gemanya masih belum besar. Selain itu muncul konflik siapa yang akan mengatur turnamen itu, FIFA atau Komite Olimpiade Internasional (IOC).
Kompetisi sepak bola internasional pada 1924 itu sebenarnya sukses. Maka, FIFA mencoba membuat turnamen sendiri pada 1928 dengan tuan rumah Hungaria. Namun, tak banyak peminat dan hanya empat tim yang tampil sehingga bisa dikatakan gagal.
Jules Rimet kemudian mengutus Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Perancis (FFF), Henri Delauney. Dia pun mulai merancang turnamen besar. Dan, pada 1930 impian itu akhirnya terwujud. Piala Dunia pertama kali itu digelar di Uruguay.
Kenapa Uruguay? Alasannya, karena negara itu juara bertahan cabang sepak bola Olimpiade. Selain itu, pada tahun tersebut bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan Uruguay dan negeri itu akan merayakan besar-besaran.
Untuk menggelarnya, Uruguay melakukan persiapan cukup serius. Mereka membangun stadion raksasa di ibukota Montevideo. Stadion Centenario itu kapasitas 95.000 penonton.
Pekerjaan besar ini sempat tertunda karena hujan lebat. Sampai 5 hari sebelum pembukaan pada 13 Juli 1930, pembangunan stadion masih belum rampung benar. Namun, stadion itu akhirnya tetap bisa digunakan untuk gelaran sepak bola terbesar dunia itu.
Sayangnya, banyak negara yang menolak tampil di Piala Dunia pertama tersebut. Alasannya, mereka tak mau membuang waktu di kapal menuju Uruguay. Maklum, saat itu transportasi kapal laut lebih dominan dan pesawat terbang belum banyak.
Tim-tim kuat seperti Italia, Belanda, Inggris, dan Spanyol memilih absen, Akibatnya, hanya ada empat tim dari Eropa yang datang, yakni Perancis, Yugoslavia, Rumania, dan Belgia. Bahkan, kehadiran Rumania pun harus dijemput langsung oleh Raja Carol agar berpartisipasi.
Namun, tim-tim kuat Benua Amerika banyak yang datang, seperti Meksiko, Argentina, Amerika Serikat, Cile, Bolivia, Brasil, dan Paragua. Termasuk tuan rumah Uruguay, Piala Dunia 1930 diiukti 13 tim. Partai Perancis lawan Meksiko Meksiko menjadi pembuka dengan kemenangan Perancis 4-1.
Sebagai informasi, tak ada perempat final di turnamen ini. Juara grup langsung lolos ke semifinal. Meski begitu, Argentina dan Uruguay yang sangat dominan dan tampil menawan. Di semifinal, Argentina menghajar Amerika Serikat 6-1. Uruguay menang dengan skor 6-1 lawan Yugoslavia.
Tanggal 30 Juli 1930 menjadi saat paling bersejarah dalam sepak bola. Final Piala Dunia pertama mempertemukan tuan rumah dengan Argentina di final. Disaksikan 93.000 penonton, pertandingan berlangsung seru dan mengesankan.
Di babak pertama, Uruguay sempat unggul lebih dulu, tapi kemudian Argentina segera mengejar dan unggul 2-1. Sepertinya, Argentina bakal tampil sebagai juara. Namun, di babak kedua tuan rumah tampil garang dan mencetak 3 gol, hingga menang 4-2. Uruguay pun akhirnya tampil sebagai juara Piala Dunia pertama.
Meski Piala Dunia 1930 hanya diikuti 13 tim dan tidak memakai babak kualifikasi, namun ini menjadi tonggak sejarah besar. Awal dari pentas akbar sepak bola dunia yang sangat memengaruhi manusia.
Posted in Olahraga, Pengetahuan Umum
Jumat, 23 Mei 2014
Surat Terbuka Nurmillaty Abadiah Ke Pak Menteri Pendidikan Tentang UNAS
Posted by Black Box on 20.45
Sebagai pelajar yang baru saja menjalani UNAS, saya justru punya banyak pertanyaan yang saya pendam dalam hati saya. Banyak beban pikiran yang ingin saya utarakan kepada Bapak Menteri Pendidikan. Tapi tenang saja, Bapak tidak perlu menjadi pembaca pikiran untuk tahu semua itu, karena saya akan menceritakannya sedikit demi sedikit di sini. Dari berbagai kekalutan dan tanda tanya yang menyesaki otak sempit saya, saya merumuskannya menjadi tiga poin penting...
Pertama, tentang kesamarataan bobot pertanyaan-pertanyaan UNAS, yang tahun ini Alhamdulillah ada dua puluh paket.
Bapak Menteri Pendidikan yang terhormat... pernah tidak terpikir oleh Bapak bagaimana caranya seorang guru Bahasa Indonesia bisa membuat 20 soal yang berbeda, dengan tingkat kesulitan yang sama, untuk satu SKL saja? Pernah tidak terpikir oleh Bapak bagaimana caranya seorang guru Biologi membuat 20 soal yang berbeda, dengan taraf kesulitan yang sama, hanya untuk satu indikator 'menjelaskan fungsi organel sel pada tumbuhan dan hewan'?
Menurut otak sempit saya, sejujurnya, itu mustahil. Mau tidak mau akan ada satu tipe soal yang memuat pertanyaan dengan bobot lebih susah dari tipe lain. Hal ini jelas tidak adil untuk siswa yang kebetulan apes, kebetulan mendapatkan tipe dengan soal susah sedemikian itu. Sebab orang tidak akan pernah peduli apakah soal yang saya terima lebih susah dari si A atau tidak. Manusia itu makhluk yang seringkali terpaku pada niai akhir, Pak. Orang tidak akan pernah bertanya, 'tipe soalmu ada berapa nomor yang susah?' melainkan akan langsung bertanya, 'nilai UNASmu berapa?'.
Bapak Menteri Pendidikan yang terhormat, di sini Bapak akan beralasan, barangkali, bahwa jika siswa sudah belajar, maka sesusah apapun soalnya tidak akan bermasalah. Tapi coba ingat kembali, Pak, apa sih tujuan diadakannya Ujian Nasional itu? Membuat sebuah standard untuk mengevaluasi siswa Indonesia, 'kan? Untuk menetapkan sebuah garis yang akan jadi acuan bersama, 'kan?
Sekarang, bagaimana bisa UNAS dijadikan patokan nasional saat antar paket saja ada ketidakmerataan bobot soal? Ini belum tentang ketidakmerataan pendidikan antar daerah, lho, Pak.
Kedua, tentang pertanyaan-pertanyaan UNAS tahun ini, yang, menurut saya, menyimpang dari SKL.
Bapak Menteri Pendidikan yang terhormat, saya tahu Bapak sudah mengklarifikasinya di twitter, bahwa soal tahun ini bobot kesulitannya di naikkan sedikit (saya tertawa miris di bagian kata 'sedikit' ini). Tapi, aduh, jujur saya bingung juga Pak bagaimana menanggapinya. Pertama, bobot soal kami dinaikkan hanya sampai standard Internasional. Kedua, konfirmasi itu Bapak sampaikan setelah UNAS selesai. Saya jadi paham kenapa di sekolah saya disiapkan tabung oksigen selama pelaksanaan UNAS. Mungkin sekolah khawatir kami pingsan saking bahagianya menemui soal-soal itu, 'kan?
Bapak, saya tidak mengerti, benar-benar tidak mengerti... apa yang ada di pikiran Bapak-Bapak semua saat membuat, menyusun, dan mencetak soal-soal itu? Bapak mengatakan di twitter Bapak, 'tiap tahun selalu ada keluhan siswa karena soal yang baru'. Tapi, Pak, sekali ini saja... sekali ini saja saya mohon, Bapak duduk dengan santai, kumpulkan contoh soal UNAS tahun dua ribu sebelas, dua ribu dua belas, dua ribu tiga belas, dan dua ribu empat belas. Dengan kepala dingin coba Bapak bandingkan, perbedaan tingkat kesulitan dua ribu sebelas dengan dua ribu dua belas seperti apa. Perbedaan bobot dua ribu dua belas dengan dua ribu tiga belas seperti apa. Dan pada akhirnya, coba perhatikan dan kaji baik-baik, perbedaan tipe dan taraf kerumitan soal dua ribu tiga belas dengan dua ribu empat belas itu seperti apa.
Kalau Bapak masih merasa tidak ada yang salah dengan soal-soal itu, saya ceritai sesuatu deh Pak. Bapak tahu tidak, saat hari kedua UNAS, saya sempat mengingat-ingat dua soal Matematika yang tidak saya bisa. Saya ingat-ingat sampai ke pilihan jawabannya sekalipun. Kemudian, setelah UNAS selesai, saya pergi menghadap ke guru Matematika saya untuk menanyakan dua soal itu. Saya tuliskan ke selembar kertas, saya serahkan ke beliau dan saya tunggu. Lalu, hasilnya? Guru Matematika saya menggelengkan kepalanya setelah berkutat dengan dua soal itu selama sepuluh menit. Ya... beliau bilang ada yang salah dengan kedua soal itu. Tetapi yang ada di kepala saya hanya pertanyaan-pertanyaan heran...
Bagaimana bisa Bapak menyuruh saya menjawab sesuatu yang guru saya saja belum tentu bisa menjawabnya?
Tidak diuji dulukah kevalidan soal-soal UNAS itu?
Bapak ujikan ke siapa soal-soal itu? Para dosen perguruan tinggi? Mahasiswa-mahasiswa semester enam?
Lupakah Bapak bahwa nanti yang akan menghadapi soal-soal itu adalah kami, para pelajar kelas tiga SMA dari seluruh Indonesia?
Haruskah saya ingatkan lagi kepada Bapak bahwa di Indonesia ini masih ada banyak sekolah-sekolah yang jangankan mencicipi soal berstandard Internasional, dilengkapi dengan fasilitas pengajaran yang layak saja sudah sujud syukur?
Etiskah menuntut sebelum memberi?
Etiskah memberi kami soal berstandard Internasional di saat Bapak belum mampu memastikan bahwa seluruh Indonesia ini siap untuk soal setingkat itu?
Pada bagian ini, Bapak mungkin akan teringat dengan berita, 'Pelajar Mengatakan bahwa UNAS Menyenangkan'. Kemudian Bapak akan merasa tidak percaya dengan semua yang sudah saya katakan. Kalau sudah begitu, itu hak Bapak. Saya sendiri juga tidak percaya kenapa ada yang bisa mengatakan bahwa UNAS kemarin menyenangkan. Awalnya saya malah mengira bahwa itu sarkasme, sebab sejujurnya, tidak sedikit teman-teman saya yang menangis sesudah mengerjakan Biologi. Mereka menangis lagi setelah Matematika dan Kimia. Lalu airmata mereka juga masih keluar seusai mengerjakan Fisika. Sekarang, di mana letak 'UNAS menyenangkan' itu? Bagi saya, hanya ada dua jawabannya; antara narasumber berita itu memang sangat pintar, atau dia menempuh jalan pintas...
Jalan pintas itu adalah hal ketiga yang menganggu pikiran saya selama UNAS ini. Sebuah bentuk kecurangan yang tidak pernah saya pahami mengapa bisa terjadi, yaitu joki.
Mengapa saya tidak paham joki itu bisa terjadi? Sebab, setiap tahun pemerintah selalu gembar-gembor bahwa "Soal UNAS aman! Tidak akan bocor! Pasti terjamin steril dan bersih!", tetapi ketika hari H pelaksanaan... voila! Ada saja joki yang jawabannya tembus. Jika bocor itu paling-paling hanya lima puluh persen benar, ini ada joki yang bisa sampai sembilan puluh persen akurat. Sembilan puluh persen! Astaghfirullah hal adzim, itu bukan bocor lagi namanya, melainkan banjir. Kemudian ajaibnya pula, yang sudah dilakukan pemerintah untuk menanggulangi hal ini sepanjang yang saya lihat baru satu: menambah tipe soal! Kalau sewaktu saya SD dulu tipe UNAS hanya satu, sewaktu SMP beranak-pinak menjadi lima. Puncaknya sewaktu SMA ini, berkembang-biak menjadi 20 paket soal. Pemerintah agaknya menganggap bahwa banyaknya paket soal akan membuat jawaban joki meleset dan UNAS dapat berjalan mulus, murni, bersih, sebersih pakaian yang dicuci pakai detergen mahal.
Iya langsung bersih cling begitu, toh?
Nyatanya tidak.
Sekalipun dengan 20 paket soal, joki-joki itu rupanya masih bisa memprediksi soal sekaligus jawabannya. Peningkatan jumlah paket itu hanya membuat tarif mereka makin naik. Setahu saya, mereka bahkan bisa menyertakan kalimat pertama untuk empat nomor tententu di tiap paket agar para siswa bisa mencari yang mana paket mereka. Lho, kok bisa? Ya entah. Tidak sampai di sana, jawaban yang mereka berikan pun bisa tembus sampai di atas sembilan puluh persen. Lho, kok bisa? Ya sekali lagi, entah. Seperti yang saya bilang, kalau sudah sampai sembilan puluh persen akurat begitu bukan bocor lagi namanya, melainkan banjir bandang. Saat joki sudah bisa menyertakan soal, bukan hanya jawaban, maka adalah sebuah misteri Ilahi jika pemerintah masih sanggup bersumpah tidak ada main-main dari pihak dalam.
Bapak Menteri Pendidikan yang terhormat, saya memang hanya pelajar biasa. Tapi saya juga bisa membedakan mana jawaban yang mengandalkan dukun dan mana jawaban yang didapat karena sempat melihat soal. Apa salah kalau akhirnya saya mempertanyakan kredibilitas tim penyusun dan pencetak soal? Sebab jujur saja, air hujan tidak akan menetesi lantai rumah jika tidak ada kebocoran di atapnya.
Bapak Menteri Pendidikan yang terhormat... tiga hal yang saya paparkan di atas sudah sejak lama menggumpal di hati dan pikiran saya, menggedor-gedor batas kemampuan saya, menekan keyakinan dan iman saya.
Pernah terpikirkah oleh Bapak, bahwa tingkat soal yang sedemikian inilah yang memacu kami, para pelajar, untuk berbuat curang? Jika tidak... saya beritahu satu hal, Pak. Ada beberapa teman saya yang tadinya bertekad untuk jujur. Mereka belajar mati-matian, memfokuskan diri pada materi yang diajarkan oleh para guru, dan berdoa dengan khusyuk. Tetapi setelah melihat soal yang tidak berperikesiswaan itu, tekad mereka luruh. Saat dihadapkan pada soal yang belum pernah mereka lihat sebelumnya itu, mereka runtuh. Mereka menangis, Pak. Apa kesalahan mereka sehingga mereka pantas untuk dibuat menangis bahkan setelah mereka berusaha keras? Beberapa dari mereka terpaksa mengintip jawaban yang disebar teman-teman, karena dihantui oleh perasaan takut tidak lulus. Beberapa lainnya hanya bisa bertahan dalam diam, menggenggam semangat mereka untuk jujur, berdoa di antara airmata mereka... berharap Tuhan membantu.
Saya tidak bisa sepenuhnya menyalahkan teman-teman yang terpaksa curang setelah mereka belajar tetapi soal yang keluar seperti itu. Kami mengemban harapan dan angan yang tak sedikit di pundak kami, Pak. Harapan guru. Harapan sekolah. Harapan orangtua. Semakin jujur kami, semakin berat beban itu. Sebelum sampai di gerbang UNAS, kami telah melewati ulangan sekolah, ulangan praktek, dan berbagai ulangan lainnya. Tenaga, biaya, dan pikiran kami sudah banyak terkuras. Tetapi saat kami menggenggam harapan dan doa, apa yang Bapak hadapkan pada kami? Soal-soal yang menurut para penyusunnya sendiri memuat soal OSN. Yang benar saja, Pak. Saya tantang Bapak untuk duduk dan mengerjakan soal Matematika yang kami dapat di UNAS kemarin selama dua jam tanpa melihat buku maupun internet. Jika Bapak bisa menjawab benar lima puluh persen saja, Bapak saya akui pantas menjadi Menteri. Kalau Bapak berdalih 'ah, ini bukan bidang saya', lantas Bapak anggap kami ini apa? Apa Bapak kira kami semua ini anak OSN? Apa Bapak kira kami semua pintar di Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris sekaligus? Teganya Bapak menyuruh kami untuk lulus di semua bidang itu? Sudah sepercaya itukah Bapak pada kecerdasan kami?
Tidak.
Tentu saja Bapak tidak sepercaya itu pada kami. Sebab jika Bapak percaya, Bapak tidak akan sampai terpikir untuk membuat dua puluh paket soal, padahal lima paket saja belum tentu bobot soal kelima paket itu seratus persen sama. Jika Bapak percaya, Bapak tidak akan sengaja meletakkan persentase UNAS di atas persentase nilai sekolah untuk nilai akhir kami, padahal belum tentu kemurnian nilai UNAS itu di atas kemurnian nilai sekolah. Jika Bapak percaya, Bapak tidak akan merasa perlu untuk melakukan sidak. Jika Bapak percaya... mungkin Bapak bahkan tidak akan merasa perlu untuk mengadakan UNAS.
.........
.........
.........
Anda akan mengatakan kalimat klise itu, Pak, bahwa nilai itu tidak penting, yang penting itu kejujuran.
Tapi tahukah, bahwa kebijakan Bapak sangat kontradiktif dengan kata-kata Bapak itu? Bapak memasukkan nilai UNAS sebagai pertimbangan SNMPTN Undangan. Bapak meletakkan bobot UNAS (yang hanya berlangsung tiga hari tanpa jaminan bahwa siswa yang menjalani berada dalam kondisi optimalnya) di atas bobot nilai sekolah (yang selama tiga tahun sudah susah payah kami perjuangkan) dalam rumus nilai akhir kami. Bapak secara tidak langsung menekankan bahwa UNAS itu penting, dan itulah kenyataannya, Pak. Itulah kenyataan yang membuat kami, para pelajar, goyah. Takut. Tertekan. Tahukah Bapak bahwa kepercayaan diri siswa mudah hancur? Pertahanan kami semakin remuk ketika kami dihadapkan oleh soal yang berada di luar pengalaman kami. Pernahkah Bapak pikirkan ini sebelumnya? Bahwa soal yang di luar kemampuan kami, soal yang luput Bapak sosialisasikan kepada kami meskipun persiapan UNAS tidak hanya satu-dua minggu dan Bapak sebetulnya punya banyak kesempatan jika saja Bapak mau, sesungguhnya bisa membuat kami mengalami mental breakdown yang sangat kuat? Pernahkah Bapak pikirkan ini sebelum memutuskan untuk mengeluarkan soal-soal tidak berperikesiswaan itu dalam UNAS, yang notabene adalah penentu kelulusan kami?
Pada akhirnya, Pak, izinkan saya untuk mengatakan, bahwa apa yang sudah Bapak lakukan sejauh ini tentang UNAS justru hanya membuat kecurangan semakin merebak. Bapak dan orang-orang dewasa lainnya sering mengatakan bahwa kami adalah remaja yang masih labil. Masih dalam proses pencarian jati diri. Sering bertingkah tidak tahu diri, melanggar norma, dan berbuat onar. Tapi tahukah, ketika seharusnya Bapak selaku orangtua kami memberikan kami petunjuk ke jalan yang baik, apa yang Bapak lakukan dengan UNAS selama tiga hari ini justru mengarahkan kami kepada jati diri yang buruk. Tingkat kesulitan yang belum pernah disosialisasikan ke siswa, joki yang tidak pernah diusut sampai tuntas letak kebocorannya, paket soal yang belum jelas kesamarataan bobotnya, semua itu justru mengarahkan kami, para siswa, untuk mengambil jalan pintas. Sekolah pun ditekan oleh target lulus seratus persen, sehingga mereka diam menghadapi fenomena itu alih-alih menentang keras. Para pendidik terdiam ketika seharusnya mereka berteriak lantang menentang dusta. Kalau perlu, sekalian jalin kesepakatan dengan sekolah lain yang kebetulan menjadi pengawas, agar anak didiknya tidak dipersulit.
Sampai sini, masih beranikah Bapak katakan bahwa tidak ada yang salah dengan UNAS? Ada yang salah, Pak. Ada lubang yang menganga sangat besar tidak hanya pada UNAS tetapi juga pada sistem pendidikan di negeri ini. Siapa yang salah? Barangkali sekolah yang salah, karena telah membiarkan kami untuk menyeberang di jalur yang tak benar. Barangkali kami yang salah, karena kami terlalu pengecut untuk mempertahankan kejujuran. Barangkali joki-joki itu yang salah, karena mereka menjual kecurangan dan melecehkan ilmu untuk mendapat uang.
Tapi tidak salah jugakah pemerintah? Tidak salah jugakah tim penyusun UNAS? Tidak salah jugakah tim pencetak UNAS? Ingat Pak, kejahatan terjadi karena ada kesempatan. Bukankah sudah menjadi tugas Bapak selaku yang berwenang untuk memastikan bahwa kesempatan untuk berlaku curang itu tidak ada?
Mungkin Bapak tidak akan percaya pada saya, dan Bapak akan berkata, "Kita lihat saja hasilnya nanti."
Kemudian sebulan lagi ketika hasil yang keluar membahagiakan, ketika angka delapan dan sembilan bertebaran di mana-mana, Bapak akan melupakan semua protes yang saya sampaikan. Bapak akan menganggap ini semua angin lalu. Bapak akan berpesta di atas grafik indah itu, menggelar ucapan selamat kepada mereka yang lulus, kepada tim UNAS, kepada diri Bapak sendiri, dan Bapak akan lupa. Bapak yang saya yakin sudah berkali-kali mendengar pepatah 'don't judge a book by its cover', akan lupa untuk melihat ke balik kover indah itu. Bapak akan melupakan kemungkinan bahwa yang Bapak lihat itu adalah hasil kerja para 'ghost writer UNAS'. Bapak akan lupa untuk bertanya kepada diri Bapak, berapa persen dari grafik itu yang mengerjakan dengan jujur? Kemudian Bapak akan memutuskan bahwa Indonesia sudah siap dengan UNAS berstandard Internasional, padahal kenyataannya belum. Joki-jokinyalah yang sudah siap, bukan kami. Mengerikan bukan, Pak, efek dari tidak terusut tuntasnya joki di negeri ini? Mengerikan bukan, Pak, ketika kebohongan menjelma menjadi kebenaran semu?
Bapak, tiga hari ini, kami yang jujur sudah menelan pil pahit. Pil pahit karena ketika kami berusaha begitu keras, beberapa teman kami dengan nyamannya tertidur pulas karena sudah mendapat wangsit sebelum ulangan. Pil pahit karena ketika kami masih harus berjuang menjawab beberapa soal di waktu yang semakin sempit, beberapa teman kami membuat keributan dengan santai, sedangkan para pengawas terlalu takut untuk menegur karena sudah ada perjanjian antar sekolah. Pil pahit, karena kami tidak tahu hasil apa yang akan kami terima nanti, apakah kami bisa tersenyum, ataukah harus menangis lagi...
Berhentilah bersembunyi di balik kata-kata, "Saya percaya masih ada yang jujur di generasi muda kita". Ya ampun Pak, kalau hanya itu saya juga percaya. Tetapi masalahnya bukan ada atau tidak ada, melainkan berapa, dan banyakan yang mana? Sebab yang akan Bapak lihat di grafik itu adalah grafik mayoritas. Bagaimana jika mayoritas justru yang tidak jujur, Pak? Cobalah, untuk kali ini saja tanyakan ke dalam hati Bapak, berapa persen siswa yang bisa dijamin jujur dalam UNAS, dibandingkan dengan yang hanya jujur di atas kertas?
(Ngomong-ngomong, Pak, banyak dosa bisa menyebabkan negara celaka. Kalau mau membantu mengurangi dosa masyarakat Indonesia, saya punya satu usul efektif. Hapuskan kolom 'saya mengerjakan ujian dengan jujur' dari lembar jawaban UNAS.)
UNAS bukan hal remeh, Pak, sama sekali bukan; terutama ketika hasilnya dijadikan parameter kelulusan siswa, parameter hasil belajar tiga tahun, sekaligus pertimbangan layak tidaknya kami untuk masuk universitas tujuan kami. Jika derajat UNAS diletakkan setinggi itu, mestinya kredibilitas UNAS juga dijunjung tinggi pula. Mestinya tak ada cerita tentang soal bocor, bobot tidak merata, dan tingkat kesulitan luput disosialisasikan ke siswa.
Kejujuran itu awalnya sakit, tapi buahnya manis.
Dan saya tahu itu, Pak.
Tapi bukankah Pengadilan Negeri tetap ada meski kita semua tahu keadilan pasti akan menang?
Bukankah satuan kepolisian masih terus merekrut polisi-polisi baru meski kita semua tahu kebenaran pasti akan menang?
Dan bukankah itu tugas Bapak dan instansi-instansi pendidikan, untuk menunjukkan pada kami, para generasi muda, bahwa kejujuran itu layak untuk dicoba dan tidak mustahil untuk dilakukan?
Kejujuran itu awalnya sakit, buahnya manis.
Tapi itu bukan alasan bagi Bapak untuk menutup mata terhadap kecurangan yang terjadi di wilayah kewenangan Bapak.
Kami yang berusaha jujur masih belum tahu bagaimana nasib nilai UNAS kami, Pak. Tapi barangkali hal itu terlalu remeh jika dibandingkan dengan urusan Bapak Menteri yang bejibun dan jauh lebih berbobot. Maka permintaan saya mewakili teman-teman pelajar cuma satu; tolong, perbaikilah UNAS, perbaikilah sistem pendidikan di negeri ini, dan kembalikan sekolah yang kami kenal. Sekolah yang mengajarkan pada kami bahwa kejujuran itu adalah segalanya. Sekolah yang tidak akan diam saat melihat kadernya melakukan tindak kecurangan. Kami mulai kehilangan arah, Pak. Kami mulai tidak tahu kepada siapa lagi kami harus percaya. Kepada siapa lagi kami harus mencari kejujuran, ketika lembaga yang mengajarkannya justru diam membisu ketika saat untuk mengamalkannya tiba...
Dari anakmu yang meredam sakit,
Pelajar yang baru saja mengikuti UNAS.
Bapak Menteri Pendidikan yang terhormat... pernah tidak terpikir oleh Bapak bagaimana caranya seorang guru Bahasa Indonesia bisa membuat 20 soal yang berbeda, dengan tingkat kesulitan yang sama, untuk satu SKL saja? Pernah tidak terpikir oleh Bapak bagaimana caranya seorang guru Biologi membuat 20 soal yang berbeda, dengan taraf kesulitan yang sama, hanya untuk satu indikator 'menjelaskan fungsi organel sel pada tumbuhan dan hewan'?
Menurut otak sempit saya, sejujurnya, itu mustahil. Mau tidak mau akan ada satu tipe soal yang memuat pertanyaan dengan bobot lebih susah dari tipe lain. Hal ini jelas tidak adil untuk siswa yang kebetulan apes, kebetulan mendapatkan tipe dengan soal susah sedemikian itu. Sebab orang tidak akan pernah peduli apakah soal yang saya terima lebih susah dari si A atau tidak. Manusia itu makhluk yang seringkali terpaku pada niai akhir, Pak. Orang tidak akan pernah bertanya, 'tipe soalmu ada berapa nomor yang susah?' melainkan akan langsung bertanya, 'nilai UNASmu berapa?'.
Bapak Menteri Pendidikan yang terhormat, di sini Bapak akan beralasan, barangkali, bahwa jika siswa sudah belajar, maka sesusah apapun soalnya tidak akan bermasalah. Tapi coba ingat kembali, Pak, apa sih tujuan diadakannya Ujian Nasional itu? Membuat sebuah standard untuk mengevaluasi siswa Indonesia, 'kan? Untuk menetapkan sebuah garis yang akan jadi acuan bersama, 'kan?
Sekarang, bagaimana bisa UNAS dijadikan patokan nasional saat antar paket saja ada ketidakmerataan bobot soal? Ini belum tentang ketidakmerataan pendidikan antar daerah, lho, Pak.
Kedua, tentang pertanyaan-pertanyaan UNAS tahun ini, yang, menurut saya, menyimpang dari SKL.
Bapak Menteri Pendidikan yang terhormat, saya tahu Bapak sudah mengklarifikasinya di twitter, bahwa soal tahun ini bobot kesulitannya di naikkan sedikit (saya tertawa miris di bagian kata 'sedikit' ini). Tapi, aduh, jujur saya bingung juga Pak bagaimana menanggapinya. Pertama, bobot soal kami dinaikkan hanya sampai standard Internasional. Kedua, konfirmasi itu Bapak sampaikan setelah UNAS selesai. Saya jadi paham kenapa di sekolah saya disiapkan tabung oksigen selama pelaksanaan UNAS. Mungkin sekolah khawatir kami pingsan saking bahagianya menemui soal-soal itu, 'kan?
Bapak, saya tidak mengerti, benar-benar tidak mengerti... apa yang ada di pikiran Bapak-Bapak semua saat membuat, menyusun, dan mencetak soal-soal itu? Bapak mengatakan di twitter Bapak, 'tiap tahun selalu ada keluhan siswa karena soal yang baru'. Tapi, Pak, sekali ini saja... sekali ini saja saya mohon, Bapak duduk dengan santai, kumpulkan contoh soal UNAS tahun dua ribu sebelas, dua ribu dua belas, dua ribu tiga belas, dan dua ribu empat belas. Dengan kepala dingin coba Bapak bandingkan, perbedaan tingkat kesulitan dua ribu sebelas dengan dua ribu dua belas seperti apa. Perbedaan bobot dua ribu dua belas dengan dua ribu tiga belas seperti apa. Dan pada akhirnya, coba perhatikan dan kaji baik-baik, perbedaan tipe dan taraf kerumitan soal dua ribu tiga belas dengan dua ribu empat belas itu seperti apa.
Kalau Bapak masih merasa tidak ada yang salah dengan soal-soal itu, saya ceritai sesuatu deh Pak. Bapak tahu tidak, saat hari kedua UNAS, saya sempat mengingat-ingat dua soal Matematika yang tidak saya bisa. Saya ingat-ingat sampai ke pilihan jawabannya sekalipun. Kemudian, setelah UNAS selesai, saya pergi menghadap ke guru Matematika saya untuk menanyakan dua soal itu. Saya tuliskan ke selembar kertas, saya serahkan ke beliau dan saya tunggu. Lalu, hasilnya? Guru Matematika saya menggelengkan kepalanya setelah berkutat dengan dua soal itu selama sepuluh menit. Ya... beliau bilang ada yang salah dengan kedua soal itu. Tetapi yang ada di kepala saya hanya pertanyaan-pertanyaan heran...
Bagaimana bisa Bapak menyuruh saya menjawab sesuatu yang guru saya saja belum tentu bisa menjawabnya?
Tidak diuji dulukah kevalidan soal-soal UNAS itu?
Bapak ujikan ke siapa soal-soal itu? Para dosen perguruan tinggi? Mahasiswa-mahasiswa semester enam?
Lupakah Bapak bahwa nanti yang akan menghadapi soal-soal itu adalah kami, para pelajar kelas tiga SMA dari seluruh Indonesia?
Haruskah saya ingatkan lagi kepada Bapak bahwa di Indonesia ini masih ada banyak sekolah-sekolah yang jangankan mencicipi soal berstandard Internasional, dilengkapi dengan fasilitas pengajaran yang layak saja sudah sujud syukur?
Etiskah menuntut sebelum memberi?
Etiskah memberi kami soal berstandard Internasional di saat Bapak belum mampu memastikan bahwa seluruh Indonesia ini siap untuk soal setingkat itu?
Pada bagian ini, Bapak mungkin akan teringat dengan berita, 'Pelajar Mengatakan bahwa UNAS Menyenangkan'. Kemudian Bapak akan merasa tidak percaya dengan semua yang sudah saya katakan. Kalau sudah begitu, itu hak Bapak. Saya sendiri juga tidak percaya kenapa ada yang bisa mengatakan bahwa UNAS kemarin menyenangkan. Awalnya saya malah mengira bahwa itu sarkasme, sebab sejujurnya, tidak sedikit teman-teman saya yang menangis sesudah mengerjakan Biologi. Mereka menangis lagi setelah Matematika dan Kimia. Lalu airmata mereka juga masih keluar seusai mengerjakan Fisika. Sekarang, di mana letak 'UNAS menyenangkan' itu? Bagi saya, hanya ada dua jawabannya; antara narasumber berita itu memang sangat pintar, atau dia menempuh jalan pintas...
Jalan pintas itu adalah hal ketiga yang menganggu pikiran saya selama UNAS ini. Sebuah bentuk kecurangan yang tidak pernah saya pahami mengapa bisa terjadi, yaitu joki.
Mengapa saya tidak paham joki itu bisa terjadi? Sebab, setiap tahun pemerintah selalu gembar-gembor bahwa "Soal UNAS aman! Tidak akan bocor! Pasti terjamin steril dan bersih!", tetapi ketika hari H pelaksanaan... voila! Ada saja joki yang jawabannya tembus. Jika bocor itu paling-paling hanya lima puluh persen benar, ini ada joki yang bisa sampai sembilan puluh persen akurat. Sembilan puluh persen! Astaghfirullah hal adzim, itu bukan bocor lagi namanya, melainkan banjir. Kemudian ajaibnya pula, yang sudah dilakukan pemerintah untuk menanggulangi hal ini sepanjang yang saya lihat baru satu: menambah tipe soal! Kalau sewaktu saya SD dulu tipe UNAS hanya satu, sewaktu SMP beranak-pinak menjadi lima. Puncaknya sewaktu SMA ini, berkembang-biak menjadi 20 paket soal. Pemerintah agaknya menganggap bahwa banyaknya paket soal akan membuat jawaban joki meleset dan UNAS dapat berjalan mulus, murni, bersih, sebersih pakaian yang dicuci pakai detergen mahal.
Iya langsung bersih cling begitu, toh?
Nyatanya tidak.
Sekalipun dengan 20 paket soal, joki-joki itu rupanya masih bisa memprediksi soal sekaligus jawabannya. Peningkatan jumlah paket itu hanya membuat tarif mereka makin naik. Setahu saya, mereka bahkan bisa menyertakan kalimat pertama untuk empat nomor tententu di tiap paket agar para siswa bisa mencari yang mana paket mereka. Lho, kok bisa? Ya entah. Tidak sampai di sana, jawaban yang mereka berikan pun bisa tembus sampai di atas sembilan puluh persen. Lho, kok bisa? Ya sekali lagi, entah. Seperti yang saya bilang, kalau sudah sampai sembilan puluh persen akurat begitu bukan bocor lagi namanya, melainkan banjir bandang. Saat joki sudah bisa menyertakan soal, bukan hanya jawaban, maka adalah sebuah misteri Ilahi jika pemerintah masih sanggup bersumpah tidak ada main-main dari pihak dalam.
Bapak Menteri Pendidikan yang terhormat, saya memang hanya pelajar biasa. Tapi saya juga bisa membedakan mana jawaban yang mengandalkan dukun dan mana jawaban yang didapat karena sempat melihat soal. Apa salah kalau akhirnya saya mempertanyakan kredibilitas tim penyusun dan pencetak soal? Sebab jujur saja, air hujan tidak akan menetesi lantai rumah jika tidak ada kebocoran di atapnya.
Bapak Menteri Pendidikan yang terhormat... tiga hal yang saya paparkan di atas sudah sejak lama menggumpal di hati dan pikiran saya, menggedor-gedor batas kemampuan saya, menekan keyakinan dan iman saya.
Pernah terpikirkah oleh Bapak, bahwa tingkat soal yang sedemikian inilah yang memacu kami, para pelajar, untuk berbuat curang? Jika tidak... saya beritahu satu hal, Pak. Ada beberapa teman saya yang tadinya bertekad untuk jujur. Mereka belajar mati-matian, memfokuskan diri pada materi yang diajarkan oleh para guru, dan berdoa dengan khusyuk. Tetapi setelah melihat soal yang tidak berperikesiswaan itu, tekad mereka luruh. Saat dihadapkan pada soal yang belum pernah mereka lihat sebelumnya itu, mereka runtuh. Mereka menangis, Pak. Apa kesalahan mereka sehingga mereka pantas untuk dibuat menangis bahkan setelah mereka berusaha keras? Beberapa dari mereka terpaksa mengintip jawaban yang disebar teman-teman, karena dihantui oleh perasaan takut tidak lulus. Beberapa lainnya hanya bisa bertahan dalam diam, menggenggam semangat mereka untuk jujur, berdoa di antara airmata mereka... berharap Tuhan membantu.
Saya tidak bisa sepenuhnya menyalahkan teman-teman yang terpaksa curang setelah mereka belajar tetapi soal yang keluar seperti itu. Kami mengemban harapan dan angan yang tak sedikit di pundak kami, Pak. Harapan guru. Harapan sekolah. Harapan orangtua. Semakin jujur kami, semakin berat beban itu. Sebelum sampai di gerbang UNAS, kami telah melewati ulangan sekolah, ulangan praktek, dan berbagai ulangan lainnya. Tenaga, biaya, dan pikiran kami sudah banyak terkuras. Tetapi saat kami menggenggam harapan dan doa, apa yang Bapak hadapkan pada kami? Soal-soal yang menurut para penyusunnya sendiri memuat soal OSN. Yang benar saja, Pak. Saya tantang Bapak untuk duduk dan mengerjakan soal Matematika yang kami dapat di UNAS kemarin selama dua jam tanpa melihat buku maupun internet. Jika Bapak bisa menjawab benar lima puluh persen saja, Bapak saya akui pantas menjadi Menteri. Kalau Bapak berdalih 'ah, ini bukan bidang saya', lantas Bapak anggap kami ini apa? Apa Bapak kira kami semua ini anak OSN? Apa Bapak kira kami semua pintar di Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris sekaligus? Teganya Bapak menyuruh kami untuk lulus di semua bidang itu? Sudah sepercaya itukah Bapak pada kecerdasan kami?
Tidak.
Tentu saja Bapak tidak sepercaya itu pada kami. Sebab jika Bapak percaya, Bapak tidak akan sampai terpikir untuk membuat dua puluh paket soal, padahal lima paket saja belum tentu bobot soal kelima paket itu seratus persen sama. Jika Bapak percaya, Bapak tidak akan sengaja meletakkan persentase UNAS di atas persentase nilai sekolah untuk nilai akhir kami, padahal belum tentu kemurnian nilai UNAS itu di atas kemurnian nilai sekolah. Jika Bapak percaya, Bapak tidak akan merasa perlu untuk melakukan sidak. Jika Bapak percaya... mungkin Bapak bahkan tidak akan merasa perlu untuk mengadakan UNAS.
.........
.........
.........
Anda akan mengatakan kalimat klise itu, Pak, bahwa nilai itu tidak penting, yang penting itu kejujuran.
Tapi tahukah, bahwa kebijakan Bapak sangat kontradiktif dengan kata-kata Bapak itu? Bapak memasukkan nilai UNAS sebagai pertimbangan SNMPTN Undangan. Bapak meletakkan bobot UNAS (yang hanya berlangsung tiga hari tanpa jaminan bahwa siswa yang menjalani berada dalam kondisi optimalnya) di atas bobot nilai sekolah (yang selama tiga tahun sudah susah payah kami perjuangkan) dalam rumus nilai akhir kami. Bapak secara tidak langsung menekankan bahwa UNAS itu penting, dan itulah kenyataannya, Pak. Itulah kenyataan yang membuat kami, para pelajar, goyah. Takut. Tertekan. Tahukah Bapak bahwa kepercayaan diri siswa mudah hancur? Pertahanan kami semakin remuk ketika kami dihadapkan oleh soal yang berada di luar pengalaman kami. Pernahkah Bapak pikirkan ini sebelumnya? Bahwa soal yang di luar kemampuan kami, soal yang luput Bapak sosialisasikan kepada kami meskipun persiapan UNAS tidak hanya satu-dua minggu dan Bapak sebetulnya punya banyak kesempatan jika saja Bapak mau, sesungguhnya bisa membuat kami mengalami mental breakdown yang sangat kuat? Pernahkah Bapak pikirkan ini sebelum memutuskan untuk mengeluarkan soal-soal tidak berperikesiswaan itu dalam UNAS, yang notabene adalah penentu kelulusan kami?
Pada akhirnya, Pak, izinkan saya untuk mengatakan, bahwa apa yang sudah Bapak lakukan sejauh ini tentang UNAS justru hanya membuat kecurangan semakin merebak. Bapak dan orang-orang dewasa lainnya sering mengatakan bahwa kami adalah remaja yang masih labil. Masih dalam proses pencarian jati diri. Sering bertingkah tidak tahu diri, melanggar norma, dan berbuat onar. Tapi tahukah, ketika seharusnya Bapak selaku orangtua kami memberikan kami petunjuk ke jalan yang baik, apa yang Bapak lakukan dengan UNAS selama tiga hari ini justru mengarahkan kami kepada jati diri yang buruk. Tingkat kesulitan yang belum pernah disosialisasikan ke siswa, joki yang tidak pernah diusut sampai tuntas letak kebocorannya, paket soal yang belum jelas kesamarataan bobotnya, semua itu justru mengarahkan kami, para siswa, untuk mengambil jalan pintas. Sekolah pun ditekan oleh target lulus seratus persen, sehingga mereka diam menghadapi fenomena itu alih-alih menentang keras. Para pendidik terdiam ketika seharusnya mereka berteriak lantang menentang dusta. Kalau perlu, sekalian jalin kesepakatan dengan sekolah lain yang kebetulan menjadi pengawas, agar anak didiknya tidak dipersulit.
Sampai sini, masih beranikah Bapak katakan bahwa tidak ada yang salah dengan UNAS? Ada yang salah, Pak. Ada lubang yang menganga sangat besar tidak hanya pada UNAS tetapi juga pada sistem pendidikan di negeri ini. Siapa yang salah? Barangkali sekolah yang salah, karena telah membiarkan kami untuk menyeberang di jalur yang tak benar. Barangkali kami yang salah, karena kami terlalu pengecut untuk mempertahankan kejujuran. Barangkali joki-joki itu yang salah, karena mereka menjual kecurangan dan melecehkan ilmu untuk mendapat uang.
Tapi tidak salah jugakah pemerintah? Tidak salah jugakah tim penyusun UNAS? Tidak salah jugakah tim pencetak UNAS? Ingat Pak, kejahatan terjadi karena ada kesempatan. Bukankah sudah menjadi tugas Bapak selaku yang berwenang untuk memastikan bahwa kesempatan untuk berlaku curang itu tidak ada?
Mungkin Bapak tidak akan percaya pada saya, dan Bapak akan berkata, "Kita lihat saja hasilnya nanti."
Kemudian sebulan lagi ketika hasil yang keluar membahagiakan, ketika angka delapan dan sembilan bertebaran di mana-mana, Bapak akan melupakan semua protes yang saya sampaikan. Bapak akan menganggap ini semua angin lalu. Bapak akan berpesta di atas grafik indah itu, menggelar ucapan selamat kepada mereka yang lulus, kepada tim UNAS, kepada diri Bapak sendiri, dan Bapak akan lupa. Bapak yang saya yakin sudah berkali-kali mendengar pepatah 'don't judge a book by its cover', akan lupa untuk melihat ke balik kover indah itu. Bapak akan melupakan kemungkinan bahwa yang Bapak lihat itu adalah hasil kerja para 'ghost writer UNAS'. Bapak akan lupa untuk bertanya kepada diri Bapak, berapa persen dari grafik itu yang mengerjakan dengan jujur? Kemudian Bapak akan memutuskan bahwa Indonesia sudah siap dengan UNAS berstandard Internasional, padahal kenyataannya belum. Joki-jokinyalah yang sudah siap, bukan kami. Mengerikan bukan, Pak, efek dari tidak terusut tuntasnya joki di negeri ini? Mengerikan bukan, Pak, ketika kebohongan menjelma menjadi kebenaran semu?
Bapak, tiga hari ini, kami yang jujur sudah menelan pil pahit. Pil pahit karena ketika kami berusaha begitu keras, beberapa teman kami dengan nyamannya tertidur pulas karena sudah mendapat wangsit sebelum ulangan. Pil pahit karena ketika kami masih harus berjuang menjawab beberapa soal di waktu yang semakin sempit, beberapa teman kami membuat keributan dengan santai, sedangkan para pengawas terlalu takut untuk menegur karena sudah ada perjanjian antar sekolah. Pil pahit, karena kami tidak tahu hasil apa yang akan kami terima nanti, apakah kami bisa tersenyum, ataukah harus menangis lagi...
Berhentilah bersembunyi di balik kata-kata, "Saya percaya masih ada yang jujur di generasi muda kita". Ya ampun Pak, kalau hanya itu saya juga percaya. Tetapi masalahnya bukan ada atau tidak ada, melainkan berapa, dan banyakan yang mana? Sebab yang akan Bapak lihat di grafik itu adalah grafik mayoritas. Bagaimana jika mayoritas justru yang tidak jujur, Pak? Cobalah, untuk kali ini saja tanyakan ke dalam hati Bapak, berapa persen siswa yang bisa dijamin jujur dalam UNAS, dibandingkan dengan yang hanya jujur di atas kertas?
(Ngomong-ngomong, Pak, banyak dosa bisa menyebabkan negara celaka. Kalau mau membantu mengurangi dosa masyarakat Indonesia, saya punya satu usul efektif. Hapuskan kolom 'saya mengerjakan ujian dengan jujur' dari lembar jawaban UNAS.)
UNAS bukan hal remeh, Pak, sama sekali bukan; terutama ketika hasilnya dijadikan parameter kelulusan siswa, parameter hasil belajar tiga tahun, sekaligus pertimbangan layak tidaknya kami untuk masuk universitas tujuan kami. Jika derajat UNAS diletakkan setinggi itu, mestinya kredibilitas UNAS juga dijunjung tinggi pula. Mestinya tak ada cerita tentang soal bocor, bobot tidak merata, dan tingkat kesulitan luput disosialisasikan ke siswa.
Kejujuran itu awalnya sakit, tapi buahnya manis.
Dan saya tahu itu, Pak.
Tapi bukankah Pengadilan Negeri tetap ada meski kita semua tahu keadilan pasti akan menang?
Bukankah satuan kepolisian masih terus merekrut polisi-polisi baru meski kita semua tahu kebenaran pasti akan menang?
Dan bukankah itu tugas Bapak dan instansi-instansi pendidikan, untuk menunjukkan pada kami, para generasi muda, bahwa kejujuran itu layak untuk dicoba dan tidak mustahil untuk dilakukan?
Kejujuran itu awalnya sakit, buahnya manis.
Tapi itu bukan alasan bagi Bapak untuk menutup mata terhadap kecurangan yang terjadi di wilayah kewenangan Bapak.
Kami yang berusaha jujur masih belum tahu bagaimana nasib nilai UNAS kami, Pak. Tapi barangkali hal itu terlalu remeh jika dibandingkan dengan urusan Bapak Menteri yang bejibun dan jauh lebih berbobot. Maka permintaan saya mewakili teman-teman pelajar cuma satu; tolong, perbaikilah UNAS, perbaikilah sistem pendidikan di negeri ini, dan kembalikan sekolah yang kami kenal. Sekolah yang mengajarkan pada kami bahwa kejujuran itu adalah segalanya. Sekolah yang tidak akan diam saat melihat kadernya melakukan tindak kecurangan. Kami mulai kehilangan arah, Pak. Kami mulai tidak tahu kepada siapa lagi kami harus percaya. Kepada siapa lagi kami harus mencari kejujuran, ketika lembaga yang mengajarkannya justru diam membisu ketika saat untuk mengamalkannya tiba...
Dari anakmu yang meredam sakit,
Pelajar yang baru saja mengikuti UNAS.
Posted in Berita
Kamis, 22 Mei 2014
Kelebihan Dan Kehebatan Bahasa Indonesia Di Mata Dunia
Posted by Black Box on 19.33
Bahasa yang Paling Banyak Digunakan.
Tahu nggak kawan, ternyata nggak cuma di Indonesia saja yang menerapkan pelajaran bahasa Indonesia. Percaya nggak, kalau sekarang ini bahasa Indonesia sudah dipelajari di lebih dari 45 negara di dunia? Beberapa negaranya adalah Australia, Jepang, Vietnam, Mesir, dan Italia. Hal ini membuat bahasa Indonesia masuk ke dalam peringkat 10 besar bahasa yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Amazing!
Paling Populer di Australia.
Perlu kamu tahu nih kawan, di Australia, bahasa Indonesia merupakan bahasa paling populer keempat. Ada kurang lebih 500 sekolah pada tingkat pendidikan dasar yang mengajarkan bahasa Indonesia di negara kanguru ini. Sama seperti di Negara kita, Bahasa Indonesia adalah bahasa yang wajib dipelajari di tingkat sekolah dasar. Beberapa universitas di Australia ini juga ada yang menyediakan jurusan bahasa atau sastra Indonesia lho, hal ini membuat Australia menjadi salah satu negara yang paling populer mengembangkan bahasa Indonesia. jadi jangan heran kalau kamu sedang berkunjung ke Australia, kamu menemukan anak â?? anak SD yang bisa menyapa kita dengan sapaan khas orang Indonesia â??Selamat pagi, apa kabar?â?? Wihhhh!
Pusat Studi Indonesia di Afrika.
Salah satu Negara di benua Afrika, yaitu Mesir tercatat sebagai negara yang paling utama mengembangkan bahasa Indonesia, kawan. Negara piramid dan sphinx ini baru saja membangun Pusat Studi Indonesia lho. Pusat Studi ini ada di Suez Canal University, dan merupakan langkah awal untuk lebih mendalami Indonesia dari semua aspek, mencakup ideologi, politik, sosial dan budaya, ekonomi dan pertahanan keamanannya.
Menjadi Bahasa Pilihan di Situs Klub Sepak Bola.
Siapa coba yang nggak tahu Juventus, Intermilan, dan AC Milan. Yup, tiga klub sepak bola di Itali ini telah meluncurkan situs resmi mereka dalam bahasa Indonesia. Hal itu menunjukan kalau Itali juga memiliki minat mendalam terhadap bahasa Indonesia. Wow!
Lama di Jepang.
Di negara matahari terbit ini sudah lama didirikan pusat-pusat studi Indonesia, kawan. Salah satunya yang didirikan oleh Nihon-Indonesia Gakkai atau Perhimpunan Pengkaji Indonesia Seluruh Jepang tahun 1969. Nah, anggota organisasi ini terdiri dari kalangan akademisi Jepang yang mengajar bahasa dan berbagai aspek tentang Indonesia di berbagai Universitas di Jepang. Sejak tahun 1992 organisasi ini mulai melakukan ujian kemampuan Bahasa Indonesia. Sampai sekarang tercatat lebih dari 12.500 peserta yang telah mengikuti tes kemampuan berbahasa Indonesia dalam berbagai level atau tingkatan. Saat ini ada beberapa Universitas di Jepang yang membuka jurusan bahasa Indonesia lho, antara lain Universitas Kajian Asing Tokyo, Universitas Tenri, Universitas Kajian Asing Osaka, Universitas Sango Kyoto, dan Universitas Setsunan. Sementara yang mengajarkan bahasa Indonesia sebagai mata kuliah pilihan ada lebih dari 20 perguruan tinggi di Jepang.
Bahasa yang Diprioritaskan di Vietnam.
Vietnam juga merupakan negara yang menghargai bahasa Indonesia. Di Vietnam, posisi bahasa Indonesia sejajar dengan bahasa Inggris, Perancis dan Jepang sebagai bahasa resmi yang diprioritaskan. Bahkan sejak akhir 2007, pemerintah daerah Ho Chi Minh City menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kedua setelah bahasa Vietnam, menempatkan Vietnam sebagai negara kedua setelah Indonesia yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi. Gokil!
Nah, sudah tahu kan kehebatan bajasa tanah air kita, Indonesia! Jadi, berbanggalah selalu terhadap bahasa Indonesia, nggak lagi hanya mimpi kalau suatu saat Bahasa Indonesia dapat menjadi bahasa internasional.
Tahu nggak kawan, ternyata nggak cuma di Indonesia saja yang menerapkan pelajaran bahasa Indonesia. Percaya nggak, kalau sekarang ini bahasa Indonesia sudah dipelajari di lebih dari 45 negara di dunia? Beberapa negaranya adalah Australia, Jepang, Vietnam, Mesir, dan Italia. Hal ini membuat bahasa Indonesia masuk ke dalam peringkat 10 besar bahasa yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Amazing!
Paling Populer di Australia.
Perlu kamu tahu nih kawan, di Australia, bahasa Indonesia merupakan bahasa paling populer keempat. Ada kurang lebih 500 sekolah pada tingkat pendidikan dasar yang mengajarkan bahasa Indonesia di negara kanguru ini. Sama seperti di Negara kita, Bahasa Indonesia adalah bahasa yang wajib dipelajari di tingkat sekolah dasar. Beberapa universitas di Australia ini juga ada yang menyediakan jurusan bahasa atau sastra Indonesia lho, hal ini membuat Australia menjadi salah satu negara yang paling populer mengembangkan bahasa Indonesia. jadi jangan heran kalau kamu sedang berkunjung ke Australia, kamu menemukan anak â?? anak SD yang bisa menyapa kita dengan sapaan khas orang Indonesia â??Selamat pagi, apa kabar?â?? Wihhhh!
Pusat Studi Indonesia di Afrika.
Salah satu Negara di benua Afrika, yaitu Mesir tercatat sebagai negara yang paling utama mengembangkan bahasa Indonesia, kawan. Negara piramid dan sphinx ini baru saja membangun Pusat Studi Indonesia lho. Pusat Studi ini ada di Suez Canal University, dan merupakan langkah awal untuk lebih mendalami Indonesia dari semua aspek, mencakup ideologi, politik, sosial dan budaya, ekonomi dan pertahanan keamanannya.
Menjadi Bahasa Pilihan di Situs Klub Sepak Bola.
Siapa coba yang nggak tahu Juventus, Intermilan, dan AC Milan. Yup, tiga klub sepak bola di Itali ini telah meluncurkan situs resmi mereka dalam bahasa Indonesia. Hal itu menunjukan kalau Itali juga memiliki minat mendalam terhadap bahasa Indonesia. Wow!
Lama di Jepang.
Di negara matahari terbit ini sudah lama didirikan pusat-pusat studi Indonesia, kawan. Salah satunya yang didirikan oleh Nihon-Indonesia Gakkai atau Perhimpunan Pengkaji Indonesia Seluruh Jepang tahun 1969. Nah, anggota organisasi ini terdiri dari kalangan akademisi Jepang yang mengajar bahasa dan berbagai aspek tentang Indonesia di berbagai Universitas di Jepang. Sejak tahun 1992 organisasi ini mulai melakukan ujian kemampuan Bahasa Indonesia. Sampai sekarang tercatat lebih dari 12.500 peserta yang telah mengikuti tes kemampuan berbahasa Indonesia dalam berbagai level atau tingkatan. Saat ini ada beberapa Universitas di Jepang yang membuka jurusan bahasa Indonesia lho, antara lain Universitas Kajian Asing Tokyo, Universitas Tenri, Universitas Kajian Asing Osaka, Universitas Sango Kyoto, dan Universitas Setsunan. Sementara yang mengajarkan bahasa Indonesia sebagai mata kuliah pilihan ada lebih dari 20 perguruan tinggi di Jepang.
Bahasa yang Diprioritaskan di Vietnam.
Vietnam juga merupakan negara yang menghargai bahasa Indonesia. Di Vietnam, posisi bahasa Indonesia sejajar dengan bahasa Inggris, Perancis dan Jepang sebagai bahasa resmi yang diprioritaskan. Bahkan sejak akhir 2007, pemerintah daerah Ho Chi Minh City menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kedua setelah bahasa Vietnam, menempatkan Vietnam sebagai negara kedua setelah Indonesia yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi. Gokil!
Nah, sudah tahu kan kehebatan bajasa tanah air kita, Indonesia! Jadi, berbanggalah selalu terhadap bahasa Indonesia, nggak lagi hanya mimpi kalau suatu saat Bahasa Indonesia dapat menjadi bahasa internasional.
Posted in Pengetahuan Umum
Peta Indonesia Terlihat Jelas Di Trofi Piala Dunia
Posted by Black Box on 19.27
Silvio Cazzaniga Menginginkan Indonesia Mengangkat Piala Dunia
Silvio Cazzaniga, sang pembuat trofi piala dunia, menaruh posisi indonesia di trofi piala dunia tepat di atas pahatan kedua tangan trofi. Denah peta indonesia di trofi piala dunia adalah yang paling jelas, detail dan paling bersih di banding negara - negara lain.
Kabarnya sang pembuat Silvio Cazzaniga sangat terinspirasi dengan indonesia dan sangat meyakini indonesia akan mengangkat trofi piala dunia tersebut (memenangi piala dunia).
Pahatan peta indonesia di trofi piala dunia adalah yang paling jelas, detail dan paling utuh dibandingkan dengan negara lain, seperti Spanyol, Inggris, bahkan Brazil, apalagi Australia tidak terlihat sama sekali.
Silvio Cazzaniga, sang pembuat trofi piala dunia, menaruh posisi indonesia di trofi piala dunia tepat di atas pahatan kedua tangan trofi. Denah peta indonesia di trofi piala dunia adalah yang paling jelas, detail dan paling bersih di banding negara - negara lain.
Kabarnya sang pembuat Silvio Cazzaniga sangat terinspirasi dengan indonesia dan sangat meyakini indonesia akan mengangkat trofi piala dunia tersebut (memenangi piala dunia).
Pahatan peta indonesia di trofi piala dunia adalah yang paling jelas, detail dan paling utuh dibandingkan dengan negara lain, seperti Spanyol, Inggris, bahkan Brazil, apalagi Australia tidak terlihat sama sekali.
Pohon Yang Memiliki Wajah
Posted by Black Box on 19.18
Kolombia - Anda penggemar wisata flora dan fauna? Berkunjunglah ke
Kolombia karena pasalnya di Kolombia terdapat sebuah tempat yang
ditumbuhi oleh berbagai tanaman unik.
Seperti yang dilansir dari Atlasobscura, Rabu (21/5/2014), sebuah tempat yang diberi nama Bichacue Yath Arte & Naturaleza adalah tempat dimana Anda dapat melihat pohon dengan ukiran berbagai wajah tokoh negeri dongeng yang unik dan mengesankan.
Bichacue Yath Arte & Naturaleza sendiri adalah sebuah proyek keluarga untuk membangun tempat agro-eco tourism di daerah pedesaan Santiago de Cali, Kolombia.
Latarbelakang dibangunnya tempat tersebut adalah sang pemilik ingin melestarikan berbagai spesies flora dan fauna sambil mengajak pengunjung untuk lebih mencintai alam, serta memberi edukasi melalui seni.
Ketika Anda berjalan menyusuri hutan di tempat ini, kamu akan menemui berbagai karakter tokoh negeri dongeng yang diukir dalam pohon. Goblin, peri, elf, gnome, dan lain sebagainya bersembunyi di balik bukit yang hijau.
Tidak hanya melihat tokoh-tokoh ini dalam ukiran pohon, Anda juga bisa belajar mendongeng di sini. Selain itu, Anda bisa ikut mengukir tokoh-tokoh negeri dongeng ini di pohon dan tanah liat sesuai dengan yang Anda inginkan.
Selain melihat pohon-pohon unik, Anda juga dapat melihat sekitar 60 spesies burung yang ada di tempat ini. Untuk masuk ke Bichacue Yath Arte & Naturaleza, Anda tidak akan dipungut biaya alias gratis.
Seperti yang dilansir dari Atlasobscura, Rabu (21/5/2014), sebuah tempat yang diberi nama Bichacue Yath Arte & Naturaleza adalah tempat dimana Anda dapat melihat pohon dengan ukiran berbagai wajah tokoh negeri dongeng yang unik dan mengesankan.
Bichacue Yath Arte & Naturaleza sendiri adalah sebuah proyek keluarga untuk membangun tempat agro-eco tourism di daerah pedesaan Santiago de Cali, Kolombia.
Latarbelakang dibangunnya tempat tersebut adalah sang pemilik ingin melestarikan berbagai spesies flora dan fauna sambil mengajak pengunjung untuk lebih mencintai alam, serta memberi edukasi melalui seni.
Ketika Anda berjalan menyusuri hutan di tempat ini, kamu akan menemui berbagai karakter tokoh negeri dongeng yang diukir dalam pohon. Goblin, peri, elf, gnome, dan lain sebagainya bersembunyi di balik bukit yang hijau.
Tidak hanya melihat tokoh-tokoh ini dalam ukiran pohon, Anda juga bisa belajar mendongeng di sini. Selain itu, Anda bisa ikut mengukir tokoh-tokoh negeri dongeng ini di pohon dan tanah liat sesuai dengan yang Anda inginkan.
Selain melihat pohon-pohon unik, Anda juga dapat melihat sekitar 60 spesies burung yang ada di tempat ini. Untuk masuk ke Bichacue Yath Arte & Naturaleza, Anda tidak akan dipungut biaya alias gratis.
Posted in Wisata
Berbagai Info Menambah Pengetahuan
Posted by Black Box on 19.11
Mengapa Susu baik untuk tubuh??
Susu adalah minuman yang sempurna karena kita bisa hidup hanya dengan
susu tanpa makan apa pun. Susu mengandung semua nutrisi yang diperlukan
tubuh, misalnya protein, karbohidrat, lemak, kalsium, fosfor, zat besi,
dan juga vitamin. Makanan sempurna lainnya adalah telur.
Apa benar ada stroberi dalam susu rasa stroberi??
Buah- buahan yg memiliki kandungan vitamin C paling tinggi adalah
stroberi. Komposisinya 80 mg per 100 g stroberi. Jumlah vitamin Cnya dua
kali lebih banyak dari jeruk. Bila makan 5-6 per hari, sama saja telah
memenuhi kebutuhan vitamin C perhari ( 50 mg ). Lebih baik lagi kalau
makan bersama susu atau krim. Susu atau krim mengurangi rasa asam
stroberi, dan memenuhi gizi yang kurang pada stroberi, yaitu lemak dan
protein.
Mengapa Nasi sulit matang di daerah tinggi??
Tekanan udara di daerah gunung lebih rendah daripada di dataran rendah
sehingga air matang sebelum suhu mencapai 100 derajat celcius. Karena
itu, nasi yang dimasak di gunung akan kurang matang karena airnya matang
lebih dulu. Untuk itu, sebaiknya menaruh benda berat di atas tutup
panci saat memasak di gunung guna menaikkan tekanan udara di dalam panci
dan mencegah uap air keluar.
Mengapa kalau Udang direbus, warnanya berubah??
Zat pigmen astaxanthin di kulit udang, lobster, kepiting bersatu dengan
protein. Bila hewan jenis Crustacea ini dipanaskan, protein dan
astaxanthin akan terpisah sehingga kulitnya menunjukkan warna merah
muda, warna asli astaxanthin.
Mengapa kita Cegukan bila makan cabai??
Diafragma adalah sekat rongga antara dada dan perut, di bawah paru-paru.
Cegukan adalah suara yang ditimbulkan oleh getaran diafragma ketika
lambung membesar. Cegukan bisa disebabkan oleh makanan pedas atau panas
yg dimakan bersamaan dengan waktu bernapas. Cara menghentikannya adalah
dengan cara menahan napas atau dikagetkan, bisa juga dengan air es atau
menghirup karbondioksida di dalam palstik yang sudah ditiup.
Apa beda Buah dan Sayuran??
Dalam pengertian masyarakat luas, hasil tumbuhan jenis pohon disebut
buah dan hasil tumbuhan berbatang lunak disebut sayuran. Contoh buah
adalah apel, mangga, jambu, dan lain-lain. Contoh sayuran adalah tomat,
stroberi, nenas, cabai, terong, mentimun, dan sebagainya.
Secara umum buah itu berdaging, manis, harum dan mengandung banyak air,
sedangkan sayuran ditanam di ladang untuk dimakan akar, batang, dan
daunnya. Namun dalam pengertian botani/biologi, buah merupakan organ
pada tumbuhan berbunga yang merupakan modifikasi lanjut bakal buah (
ovarium ). Jadi, menurut pengertian ini, tomat, cabai, jagung, padi
termasuk buah.
KESEHATAN
Mengapa Gigi bisa berlubang bila terlalu banyak makan makanan manis??
Penyebab utama gigi berlubang adalah sisa makanan. Sisa makanan yang
manis akan terus menempel di gigi dan ini merupakan makanan bagi
kuman-kuman. Karena itu, lebih baik hindari terlalu banyak makan makanan
manis.
Mengapa tidak baik makan Daging gosong??
Memasak menggunakan api mengubah protein secara kimia. Dalam proses ini,
akan terbentuk zat penyebab KANKER, "benzopiren" dalam beberapa
makanannya, terutama yang sudah gosong. Dalam buangan gas, asap cerobong
pabrik, dan asap rokok pun ditemukan benzopiren.
Mengapa Obat harus diminum sesudah 30 menit??
Maksud yang tertulis dalam resep dokter "minum obat 30 menit setelah
makan" adalah waktu yang cocok untuk minum obat. Hal ini mengurangi
perangsangan obat terhadap selaput lendir, dan makanan yang sedang
dicerna pun tidak akan mengurangi efek obatnya sekaligus melindungi
selaput lendir pada oragan pencernaan.
Memang ada perbedaan pada beberapa obat, terutama obat penurun panas,
penahan sakit, penambah darah, yang harus segera diminum agar mengurangi
penghalangan pencernaan di usus.
Mengapa tidak baik Berlari sehabis makan??
Limpa adalah bagian usus yang terletak lebih dalam daripada lambung dan
hati, berada di antara diafragma dan ginjal kiri. Limpa menghasilkan
getah bening yang berfungsi untuk memecah sel darah yang sudah tua. Saat
tubuh memerlukan kiriman darah yang lebih banyak, limpa akan mengerut
sambil mengeluarkannya.
Namun, sewaktu lambung atau hati memerlukan darah untuk mencerna
makanan, dan selama itu kita berolahraga, limpa harus mengirimkan darah
ke ototpada waktu bersamaan. Bila begini, limpa akan terlalu mengerut
sehingga menimbulkan rasa sakit.
Mengapa Badan jadi memar saat menabrak benda keras??
Memar terjadi karena pendarahan di bawah lapisan kulit. Jika mengalami
memar, pendarahan beku terjadi di pembuluh kapiler dan di sekitar
pembuluh balik yang terletak di kulit atau jaringan hipodermik. Bila
mata memar, gosoklah bagian tersebut dengan telur karena bisa
meningkatkan peredaran darahdan menghilangkan darah yang beku. Telur
sering digunakan karena ukurannya yg pas untuk digenggam.
Mengapa menyuntik di Pantat??
Suntikan di pantat yang biasa kita alami adalah suntikan otot. Karena
otot penuh dengan pembuluh darah, cairan obatnya cepat masuk. Suntikan
otot biasanya dilakukan di tangan atau di pantat. Namun karena pantat
memilikilebih banyak otot, dokter atau perawat biasanya menyuntik di
pantat.
Mengapa kalau dipukul, otak kita bisa bermasalah??
Otak kita sangat lemah, tapi mempunyai sistem perlindungan sempurna.
Otak dilindungi oleh tengkorak dan selaput otak, dan cukup kuat menahan
benturan karena adanya kelenjar getah bening.
Akan tetapi, sel otak bisa mati karena kekurangan oksigen yg dihirup.
Jumlahnya sejak lahir adalah 1.300 dan terus mati tanpa bereproduksi.
Meski sel otak ini tidak mungkin mati karena dipukul sedikit, tapi kita
tetap harus berhati-hati.
Cara menyadarkan orang pingsan
Bila ada yang pingsan, baringkan orang tersebut dan longgarkan bajunya.
Luruskan kepalanya dan naikkan kakinya sedikit. Biasanya 2-3 menit
kemudian dia akan sadar kembali. Bila belum siuman juga, biarkan dia
mencium amonia atau basuh wajahnya dengan handuk yang dibasahi air es.
Meski sudah sadar, lebih baik dibiarkan dulu selama 20-30 menit. Bila
napasnya tidak normal, ada kemungkinan saraf pusatnya terganggu. Cepat
penggilkan dokter.
Mengapa Vitamin C rasanya masam??
Suplemen Vitamin yang biasa kita minum pasti juga mengandung vitaim C.
Nama resmi vitamin C adalah ascorbic acid. dan dari namanya, kita bisa
tahu rasanya masam. Vitamin C bersifat larut dalam air dan akan keluar
bersama urine, kerna itu lebih baik dikonsumsi sebelum tidur.
Benarkah akan jadi Bodoh bila terlalu sering minum Kopi??
Kalau minum kopi secukupnya, otak akan terangsang untuk melancarkan
proses pencernaan dan peredaran darah. Makanya bila minum kopi pada saat
ngantuk atau lelah, kepala akan terasa ringan dan daya konsentrasi pun
meningkat. Tetapi karena kopi memperlambat waktu bagi otak untuk
menerima informasi baru, kita akan merasa otak menjadi lamban.
Lagi pula, kecepatan tubuh menghancurkan kafein pada anak lebih lama
daripada orang dewasa. Karena itu, lebih baik anak- anak menghindarinya.
Menurut hasil penelitian, bila anak minum kopi bersama kola dan
cokelat, kemampan belajarnya akan menurun.
Tubuh Kita

Benarkah saat marah kita tidak bisa mencerna makanan dengan baik ?
Beberapa organ dan fungsinya dalam tubuh manusia dikendalikan oleh
"Saraf Tak Sadar", misalnya denyut jantung, pernapasan, pencernaan, dan
lain-lain. Ketika kita makan, lambung akan secara otomatis
mengeluarkangetah lambung untuk mencerna makanan dan melalui usus kecil
tubuh kita akan menyerap nutrisi. inilah fungsi dari saraf tak sadar.
Tapi jika kita sedang marah, gelisah, atau mengalami perasaan negatif
lainnya, maka getah lambung akan sulit keluar secara normal. Keadaan
inilahyang mengakibatkan terjadinya tukak lambung atau gangguan
pencernaan. Jadi, ketika kita sedang makan, kita harus menjaga agar
perasaan kita tenang. Dengan begitu tubuh kita akan dapat mencerna serta
menyerap nutrisi yang masuk melalui makanan dengan baik.
Mengapa Perut kita berbunyi ketika lapar??
Suara yang dihasilkan perut ketika sedang kelaparan sebenarnya merupakan
bunyi yang berasal dari lambung dan usus. Pada saat kita bernapas,
terdapat udara yang tertelan ke dalam perut. Selain itu setelah selesai
mencerna makan, usus juga menghasilkan gas.
Saat ini, yakni apabila makanan sudah selesai dicerna, perut masih terus
bereaksi dan mengakibatkan otak besar menghasilkan perasaan lapar.
gas-gas inilah yang berputar-putar di dalam perut dan mengeluarkan suara
krucuk-krucuk!
Mengapa kita mabuk darat??
Saat menaiki mobil, kapal. pesawat, serta alat transportasi lainnya,
sebagian orang akan merasakan mabuk darat, mabuk laut, bahkan mabuk
udara. Misalnya merasa mual, ingin muntah, tidak selera makan, ingin
segera tidur, keringat dingin, dan lain sebagainya. Namun, mabuk darat
bukan merupakan suatu penyakit, lebih disebabkan oleh tubuh yang
bergoyang-goyang tidak teratur.
Goyangan ini mengakibatkan pusat sistem keseimbangan tubuh yang ada di
telinga bagian dalam tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik
sehingga otak besar memberikan reaksi berupa kepala pening dan mata
berkunang-kunang, serta beberapa gejala mabuk yang telah disebutkan di
atas. Asalkan istirahat sebentar, kita akan merasa jauh lebih baik.
Mengapa kita menggoyangkan tangan ketika berjalan??
Saat sedang berjalan, tangan kita akan bergoyang ke depan dan ke
belakang. Ini merupakan suatu insting, sama seperti anak kida yang baru
lahir, meski tak diajari, bisa berlari sendiri. Bahkan anak kecil yang
baru belajar berjalan pun akan menggoyangkan tangannya. Hal ini
dilakukan untuk menjaga keseimbangan tubuh ketika berjalan!
Mengapa kita Mengedipkan Mata??
Permukaan luar mata kita tertutup oleh lapisan air mata. Lapisan air
mata ini tidak hanya berfungsi untuk melumasi bola mata, tapi juga untuk
membersihkan debu ang masuk ke dalam mata. Mengedipkan mata dapat
menyebabkan air mata di permukaan bola mata.
Orang pada umumnya mengedipkan mata 20 kali setiap menit. Namun, apabila
kita menonton televisi atau main komputer dalam jangka waktu lama, kita
akan kurang mengedipkan mata. Mata kita jadi kering dan terasa tidak
nyaman. Jadi, bila kita sangat lama memakai kacamata, 50 menit sekali
kita harus menutup mata untuk mengistirahatkannya.
Mengapa Kalau capek bisa Sariawan??
Bengkak pada selaput lendir di dalam mulut disebut sariawan. Penyebabnya
adalah serangan virus atau kuman, kurang gizi, turunnya kekebalan
tubuh, keteganga karena emosi, dan stres. Sariawan khususnya terjadi
pada bagian selaput lendir di bibir dalam dan di ujung lidah. Bahkan
bisa terjadi karena luka dalam yang disebabkan ujung sikat gigi. Karena
itu, harus berhati- hati juga saat menyikat gigi.
Mengapa bisa mimisan bila terlalu Capek??
Bila tubuh lelah, hati menjadi panas. Panas ini terhantar ke bagian atas
tubuh, sehingga mengeluarkan darah. Bila mimisan, jangan menekuk kepala
ke belakang karena kamu bisa mati tercekik. Lebih baik miringkan tubuh
di sandaran dan arahkan kepala ke depan. Lalu masukkan kapas ke dalam
lubang hidung. Tekan keras bagian ujungnya dengan dua jari. Dalam 5-6
menit kemudian, darahnya akan berhenti. Bila tidak berhasil, pergilah ke
dokter.
LINGKUNGAN

Bagaimana cara membedakan Telur matang dan Telur mentah??
Ketika telur yang sudah matang dan yang masih mentah digaungkan jadi
satu, kita tidak bisa membedakan hanya dengan melihat atau menyentuhnya!
Caranya sangat sederhana. Kita hanya perlu memutar telur itu seperti
memutar gasing!
Karena sudah padat, telur yang sudah direbus, akan sangat mudah
berputar. Sebaliknya, karena bagian dalamnya masih berbentuk cair, telur
yang masih mentah akan terus menerus bergerak sehingga sangat sulit
berputar dengan seimbang.
Benarkah Kuman sangat penting??
Kebanyakan orang mengira kuman berbahaya, tapi sebenarnya kuman memiliki
peran yang sangat penting di alam ini. Kuman dapat menguraikan tumbuhan
dan hewan yang sudah mati, juga bisa mengubah Nitrogen di udara menjadi
berbagai nutrisi bagi makhluk hidup.
Selain itu, makanan seperti acar, kaju, bir, dan yoghurt merupakan
makanan yang terbentuk dari proses fermentasi. Bahkan di dalam usus
manusia juga terdapat kuman untuk membantu mencerna makanan!
Apakah baju baru bisa langsung dipakai??
Baju yang baru dibeli lebih baik jangan langsung dipakai. Itu karena
pembuatan baju terkadang menggunakan pewarna atau obat-obatan kimia
untuk memperkuat warna baju, memberi antiracun, dan antikusut. Jadi
apabila tercium bau sejenismintak pada baju baru, itu merupakan aroma
dari obat-obatan kimia.
Obat-obatan yang menempel pada baju ini berbahaya bagi kesehatan.
Terutama bila bersentuhan langsung dengan kulit akan mudah menyebabkan
penyakitkulit atau batuk, radang pada mata, dan penyakit lainnya. Jadi,
jika membeli baju harus dicuci dulu sebelum dipakai, ya. Ini akan lebih
baik untuk kesehatan!
Mengapa air memercik jika terkena Minyak panas??
Bila dipanaskan hingga 100 derajat celcius, air akan bergolak mendidih.
Air yangtadinya merupakan zat cair juga akan barubah bentuk menjadi "uap
air" yang merupakan gas. Ketika tetesan air masuk ke dalam minyak panas
yang panasnya mencapai 160-200 derajat celcius, air akan dalam sekejap
berubah bentuk dari cair menjadi gas dan memercik. Meskipun kelihatannya
seperti percikan minyak, pada kenyataannya justru airlah yang memercik.
Apakah microwave tidak bisa membuat gosong makanan??
Microwave tidak akan membuat makanan gosong karena menggunakan gelombang
mikro dari gelombang elektromagnetik untuk memanaskan dan merawat
kandungan makanan. Setelah gelombang mikro menyuplai energi untuk
makanan, molekul yang terdapat di dalam dan di luar makanan akan
bergetar karena pengisapan energi.
Dalam proses ini, setiap detiknya molekul-molekul akan bergetar sebanyak
2 miliar 450 juta kali. Akibatnya, molekul bergesekan menghasilkan
panas lalu masuk dan dengan cepat memanaskan makanan. Namun pada proses
pemanasan seperti ini, kandungan air dalam makanan perlahan-lahan akan
berkurang. Oleh sebab itu, semakin lama berada di dalam microwave,
makanan akan semakin kering dan keras.
Mengapa Permen Karet dikemas dengan kertas perak??
Bahan kertas pembungkus permen karet sebenarnya bukan kertas perak,
melainkan alumunium foil. Untuk mempertahankan zat-zat pengharum di
dalam permen karet, melindungi dari kondisi luar seperti suhu dan
kelembapan, mempercantik kemasan, dan menjaga kebersihan, permen
karetdikemas dengan alumunium foil. Kalau dikemas dengan kertas biasa,
pada cuaca panas permen karet ini pasti cepat mencair dan menempel di
kertas.
Bagaimana Ikan Hiu melahirkan anaknya??
Ikan hiu terdiri dari berbagai spesies. Beda Spesies, bentuk telurnya
juga beda. Telur ikan hiu ada yang berbentuk spiral dan ada pula yang
berbentuk kantong. Selain itu, spesies yang berbeda berkembang biaknya
dengan cara yang beda juga. Ada hiu yang menimpan telurnya di dalam
rahim. Setelah matang, telur itu pecah, dan lahirlah si bayi hiu. Ada
hiu yang bertelur di luar tubuhnya, namun ada pula yang benar- benar
melahirkan seperti manusia.
Apakah ikan bisa mendengar??
Ikan juga punya telinga, tapi mereka tidak punya struktur tulang luar,
hanya ada telinga dalam yang tersembunyi dalam tulang kepala sehingga
kita tidak bisa melihatnya. Sebenarnya suara lebih cepat bergerak di
dalam air daripada di udara. Ditambah lagi, selain telinga, garis
lateral di kedua sisi tubuh ikan juga bisa bereaksi terhadapgetaran
gelombang bunyi. Jadi, dibandingkan dengan manusia, ikan lebih peka
terhadap suara.
Fosil Dinosaurus bagian manakah yang paling awal ditemukan??
Mantell adalah orang pertama yang pertama kali menemukan tulang
dinosaurus. Tahun 1822 dia melihat di dalam sebuah batu yang dibawa
pulang istrinya terselip sebuah gigi yang sangat besar. Sejak itu dia
meneliti siang dan malam dan hanya bisa memastikan bahwa itu adalah
hewan pemakan tumbuhan.
Pada suatu hari, dia melihat gigi yang tumbuh di rahangbawah seekor
kadal besar mirip dengan gigi tersebut. Karena itu dia memutuskan untuk
menamai gigi itu "gigi kadal besar", dan menunjukkannya pada dunia.
Belakangan diketahui, hewan ini adalah iguanodon.
Mengapa Kuda Nil suka berendam di sungai??
Kuda nil sering berendam di air. Selain untuk melindungi kulit, alasan
utamanya adalah karena tubuhnya yang berat. Dengan memanfaatkan daya
apung air, gerakannya di air akan lebih gesit daripada di darat.
Menariknya, keringat yang baru dikeluarkan Kuda nil awalnya bening, tapi
setelah beberapa menit berubah jadi merah. Pigmen (zat warna) dalam
keringat ini bisa membantu Kuda nil menahan sinar Ultraviolet, dengan
kata lain, merupakan minyak pelindung matahari alamiah.
Posted in Pengetahuan Umum
Son Of God
Posted by Black Box on 10.03

Imdb Rating: 5.4/10.
Sutradara: Christopher Spencer
Produser: Roma Downey, Mark
Burnett
Skenario: Richard Bedser,
Christopher Spencer, Colin Swash, Nic Young
Berdasarkan: Kitab Perjanjian
Baru
Dibintangi oleh: Diogo Morgado,
Roma Downey, Darwin Shaw
Bahasa: Inggris, Indonesia
Durasi: 138 menit
Biaya Produksi: 22 juta dolar
Genre: Drama
Son Of God adalah film drama epik
Amerika tahun 2014, yang diproduseri oleh Mark Burnett dan Roma Downey. Film
ini dirilis di India pada tanggal 25 April 2014. Film ini diadaptasi dari 10
jam miniseri Alkitab, yang disiarkan Maret 2013 di Channel History.
Sinopsis Son Of God (2014):
Yohanes, murid terakhir Yesus
yang masih hidup, yang hidup dalam pengasingan saat ia menceritakan kisahnya.
Yesus dilahirkan dari seorang
perawan, dan 3 orang Majus menyatakan bahwa Ia adalah Raja masa depan bagi
umat-Nya. 30 tahun kemudian, Yesus dewasa (Diogo Morgado) melakukan perjalanan
ke Galilea dan mulai merekrut pengikut sebagai murid-Nya, Petrus si nelayan,
saudara-Nya Yohanes, Matius si pemungut cukai, para pria dan wanita. Melalui
ajaran-Nya dan banyaknya mujizat yang Ia lakukan, semakin banyak pengikut-Nya,
sehingga mereka mulai memanggil-Nya Mesias. Ia juga menarik perhatian
orang-orang Farisi, para pemimpin agama Yahudi. Orang-orang Farisi mengklaim
bahwa Yesus menghujat Tuhan karena mampu mengampuni dosa orang lain, hal yang
hanya Tuhan saja yang dapat melakukan itu. Yesus menjawabnya dengan mengatakan
Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa.
Yesus mengatakan kepada
murid-murid-nya untuk melakukan perjalanan ke Yerusalem untuk merayakan Paskah
yang akan segera tiba. Ia memasuki kota Yerusalem dengan menunggang keledai dan
dipenuhi oleh banyaknya kerumunan pengikut Yesus, yang meletakkan daun palem di
jalan-Nya. Kayafas, kepala Imam Besar khawatir dengan kehadiran Yesus, kota
akan semakin ricuh, dimana saat itu
sedang mengalami pemberontakkan melawan Romawi, yang dipimpin oleh Pontius
Pilatus. Sebelumnya Pilatus telah memperingatkan Kayafas bahwa jika ada masalah
dari orang-orang Yahudi, Pilatus mengancam akan menutup Bait Suci, sehingga hal
itu akan membatalkan perayaan Paskah.
Setelah memasuki Bait Suci, Yesus
terkejut melihat para penukar uang yang melakukan transaksi di sana. Yesus
marah dengan membalikkan meja para penukar uang tersebut. Tindakan ini menarik
perhatian orang-orang dan cemoohan dari orang-orang Farisi. Kemudian, Yesus
mengatalan kepada seorang gadis kecil bahwa setiap batu Bait Suci ini akan
segera runtuh. Orang-orang Farisi menganggap hal itu sebagai rencana Yesus
untuk merubuhkan Bait Suci dan mereka berencana untuk menangkap Yesus.
Yudas, salah satu murid Yesus,
mendekati orang-orang Farisi. Yudas berencana untuk membantung orang-orang
Farisi untuk menangkap Yesus. Mereka memberi Yudas 30 keping perak atas
bantuannya. Malam itu (malam sebelum Paskah), dalam perjamuan Yesus bersama
murid-murid-Nya, Yesus mengatakan kepada murid-muridnya bahwa makan malam itu
adalah perjamuan terakhir-Nya bersama-sama mereka dan mengatakan bahwa salah
satu dari mereka akan mengkhianati-Nya. Kemudian, di Taman Getsemani, Yudas
mencium pipi Yesus, yang merupakan tanda kepada para pengawal Kayafas bahwa yang
dicium itulah orang yang harus ditangkap, dan secara tidak langsung hal itu
mengungkapkan bahwa pengkhianatnya adalah Yudas. Yesus kemudian ditangkap
karena penghujatan. Para murid-Nya kemudian melarikan diri untuk menyelamatkan
diri.
Kayafas mengadakan sidang dengan
segera, meskipun itu sudah larut malam dan hal itu tidak dilakukan di depan
umum, dimana hal itu merupakan pelanggaran hukum Yahudi. Dia takut jika
diadakan pengadilan terbuka pada perayaan Paskah akan menimbulkan masalah, dan
Pilatus akan menutup Bait Suci. Kayafas bertanya kepada Yesus apakah Ia adalah
Anak Tuhan, dan Yesus menjawab: “Akulah Dia.” Semua orang Farisi mendengarnya,
dan mereka segera menentukan bahwa Yesus bersalah karena penghujatan.
Pagi itu, kerumunan semakin
ramai, Kayafas mengumumkan bahwa Yesus bersalah dan menyatakan bahwa hukuman
bagi penghujat adalah hukuman mati. Yudas ketakutan dengan apa yang sudah ia
perbuat, yang kemudian melempar uang yang diberikan padanya kepada orang-orang
Farisi kemudian lari, lalu gantung diri. Kayafas percaya jika orang-orang
Farisi membunuh Yesus pada hari Paskah, hal itu akan menimbulkan kerusuhan,
sehingga ia menyerahkan Yesus kepada Romawi untuk menghukumnya. Pilatus
mengatakan pada Kayafas bahwa Yesus tidak melanggar hukum Romawi, tetapi
kemudian Pilatus memerintahkan untuk mencambuk Yesus sebanyak 40 kali, yang
kemudian setelah dicambuk, Yesus diberi mahkota berduri. Pada saat itu, Ibunya
Yesus, Maria (Roma Downey), tiba di Yerusalem untuk melihat apa yang terjadi
pada anaknya.
Pilatus memerintahkan kerumunan
orang banyak itu untuk memasuki halaman untuk memilih, yang mana yang harus
dibebaskan. Pilatus memberi pilihan antara Yesus atau Barabas, seorang pembunuh.
Karena tidak adanya pengikut Yesus yang diizinkan masuk ke halaman, Kayafas
dengan mudah memprovokator bahwa Barabas-lah yang harus dibebaskan. Pilatus
kemudian bertanya apa yang harus ia lakukan pada Yesus, dan lagi Kayafas
mengatakan untuk menyalib-Nya yang kemudian yang lainnya ikut bersorak untuk
menyalib-Nya. Khawatir akan terjadi kerusuhan, pilatus memerintahkan untuk
menyalibkan-Nya, kemudian mencuci tangannya. Dengan tubuh yang terluka, Yesus
menggotong Salib-Nya ke bukit Golgota dan dipaku oleh prajurit Romawi. Lalu
Pilatus memerintahlan untuk memberi tanda pada salib-Nya dengan tulisan: “Raja
orang Yahudi”. Bersama Yohanes, Maria dan Maria Magdalena menyaksikannya penuh
kesedihan, Yesus tergantung di salib selama beberapa jam tersiksa. Setelah Ia
memaafkan mereka, Ia mengatakan “Selesai sudah”, kemudian Yesus mati. Kemudian
Ia diturunkan dari salib dan di tempatkan ke dalam sebuah makam, yang ditutup
batu besar.
3 hari kemudian, Maria Magdalena
pergi untuk mengunjungi makam, tetapi ia terkejut melihat batu penutupnya pecah
dan makam itu kosong. Kemudian dia melihat seorang pria di dekat pintu makam
itu dan menyadari Ia adalah Yesus, Yesus telah bangkit. Maria pergi ke tempat
persembunyikan para murid dan memberitahu mereka kabar baik, tetapi mereka
tidak percaya padanya. Yesus kemudian muncul di hadapan mereka, dan kini
akhirnya mereka percaya, kecuali Tomas, ia ragu-ragu. Setelah Tomas menyentuh
Yesus, kemudian ia percaya. 40 hari kemudian, Yesus sedang berbicara di hadapan
seluruh murid-Nya dan mengatakan kepada mereka untuk melakukan tugas untuk
menyebarkan pesan-Nya, ajaran-nya kepada dunia. Ia kemudian naik ke Surga, dan
para murid berpisah.
Posted in Film
Cara Menghilangkan Jerawat Dan Bekasnya Secara Alami & Aman
Posted by Black Box on 01.21
Jerawat adalah satu penyakit kulit yang
sering timbul di wajah. Memang tidak mengganggu jika jerawat hanya
muncul satu atau dua dan tidak meninggalkan bekas. Yang mengganggu
adalah jika jerawat tumbuh subur di wajah dan meninggalkan bekas. Hal
inilah yang membuat banyak orang takut dengan jerawat. Namun bagi anda
yang mudah berjerawat dan juga mempunyai jerawat serta bekas jerawat
yang ingin dihilangkan, tidak usah risau karena sekarang ini sudah ada
banyak cara menghilangkan jerawat.
Cara menghilangkan jerawat dapat
dilakukan dengan cara alami ataupun dengan perawatan dokter. Namun yang
lebih dianjurkan adalah dengan menggunakan cara alami karena cara alami
tidak akan menimbulkan efek samping bagi tubuh anda. Selain itu
penggunaan bahan alami untuk menghilangkan jerawat juga membutuhkan
waktu yang lama namun tentu saja hasil yang maksimal juga memerlukan
waktu yang cukup lama juga.
Banyak bahan alami yang dapat digunakan
sebagai cara menghilangkan jerawat, salah satu bahan alami itu adalah
bawang putih. Belum banyak yang mengetahui jika bawang putih dapat
menghilangkan jerawat dan bekasnya. Cara memakai bawang putih untuk obat
jerawat adalah dengan cara memakannya atau mengoleskannya. Jika anda
memilih untuk mengoleskannya anda perlu untuk menumbuk satu atau lebih
bawang putih sampai halus kemudian mengoleskan pada bagian wajah yang
ada jerawatnya. Diamkan selama kurang lebih sepuluh menit kemudian bilas
dengan air bersih. Selain dengan menggunakan bawang putih anda juga
dapat menggunakan daun pepaya. Daun pepaya dapat dijadikan masker
penghilang jerawat. Cara penggunaan daun pepaya sebagai masker adalah
dengan cara mengeringkannya terlebih dahulu kemudian dicampur dengan
air. Setelah itu endapkan sebentar, nah endapannya itulah yang dijadikan
masker. Pemakaian rutin masker ini juga dapat mencegah jerawat datang
lagi.
Selain itu cara menghilangkan jerawat
juga dapat dilakukan dengan menggunakan pasta gigi. Pasta gigi dapat
digunakan untuk menghilangkan jerawat dengan cara mengoleskanya pada
jerawat anda. Biarkan selama semalam dan bersihkan dengan air bersih.
Obat penghilang jerawat alami lainnya yaitu dengan menggunakan air
perasan lemon yang dicampur dengan putih telur dan juga madu. Air lemon
dan campurannya ini sangat ampuh dan aman digunakan untuk menghilangkan
jerawat yang membandel. Penggunaan bahan-bahan alami juga akan bekerja
secara maksimal jika anda juga menerapkan pola hidup sehat dan bersih.
Pola hidup yang sehat selain digunakan
sebagai cara menghilangkan jerawat dan bekasnya juga dapat digunakan
untuk mencegah munculnya jerawat. Untuk menghilangkan jerawat anda juga
perlu menerapkan pola hidup sehat, dengan hidup sehat dan bersih akan
membuat proses penyembuhan berlangsung cepat. Biasanya anda sering
merasakan gemas dengan jerawat yang ada dan ingin sekali memencetnya,
namun ternyata memencet jerawat justru akan menimbulkan infeksi dan
pembengkakan pada jerawat untuk itu anda sebisa mungkin untuk tidak
memencet jerawat. Anda juga perlu untuk memperbanyak makan buah dan
sayur serta minum cukup air putih yaitu dua liter dalam sehari.
Cara menghilangkan jerawat
juga dapat anda lakukan dengan bahan-bahan kimia seperti obat dari
dokter. Namun sayangnya penggunaan obat-obatan ini mempunyai resiko yang
lebih besar dibandingkan dengan menggunakan bahan alami. Perawatan
dokter dianjurkan jika anda sudah menggunakan bahan alami untuk
menghilangkan jerawat tapi tidak kunjung ada hasilnya. Perawatan dan
sara dari dokter diperlukan jika keadaannya sudah mendesak dan
mengharuskan anda untuk pergi kedokter.
Posted in Kesehatan
Langganan:
Komentar (Atom)















FIFA World Cup 2014 Gallery